Ternyata Kandungan Makanan Dan Zat Gizi Sebagai Pembangun Sel-sel Baru Didalam Tubuh itu Tak Selamanya Baik Untuk Tubuh Lho

HIPVIE.COM – Protein, kandungan makanan dan zat gizi yang katanya sebagai pembangun sel-sel baru didalam tubuh ini ternyata tak selamanya baik untuk tubuh lho. Maraknya kampanye mengenai porsi makanan yang baik dimana nasi karbohidrat sedikit dan protein yang banyak membuat banyak orang kelewatan batas. Ada juga seseorang yang melakukan protein diet demi menurunkan berat badan. Padahal protein diet baik itu diet tinggi protein atau rendah protein tak bisa sembarangan dilakukan tanpa mendapat pendampingan khusus dari dokter dan ahli gizi.

Awal mula fenomea protein diet ini sebenarnya berasal dari diet khusus bagi orang-orang yang mengalami penyakit tertentu dan harus lebih mengatur asupan proteinnya. Misalnya pada pasien penyakit jantung. Mereka harus melakukan diet protein tinggi agar kebutuhan tubuh terpenuhi. Efeknya tubuh cenderung mengecil dan lebih kurus. Hal ini menjadi ide dari sebagian orang yang ingin memiliki tubuh kurus.

Nah, agar kamu tidak salah kaprah mengenai protein diet, berikut penjelasan lebih detail bagaimana dan apa efek maupun manfaatnya jika melakukan protein diet.

  • Diet Rendah Dan Tinggi Protein

Seperti yang saya singgung diatas, protein diet dibagi menjadi 2 jenis. Yaitu diet tinggi protein dan diet rendah protein. Menurut doktersehat.com, Diet tinggi protein mampu turunkan hingga 10 Kg dengan cepat. Hal yang perlu diketahui oleh banyak orang adalah , tidak sembarangan orang bisa melakukan protein diet, efeknya tubuh bisa mengalami kekurangan protein maupun kelebihan protein.

Pada awalnya, protein diet memang disarankan dokter dan ahli gizi pada pasien-pasien yang mengalami penyakit tertentu. Seperti pasien gagal ginjal, pasien penyakit jantung, asam urat, hingga pasien yang menderita gangguan liver. Karena protein diet hanya dilakukan pada orang yang mengalami penyakit, otomatis diet dialakukan dengan pendampingan para ahli dan selalu diobservasi bagaimana perkembangan dan respon tubuh. Protein yang masuk atau yang dikurangi benar-benar dihitung oleh para ahli. Makanan mengandung proteinpun juga dipilih yang benar-benar baik dan bebas lemak. Itulah mengapa, protein tak selamanya baik untuk tubuh. Begitu juga menjalani protein diet yang asal-asalan tanpa perhitungan.

  • Akibat Kekurangan Dan Kelebihan Protein

Protein diet yang tidak diawasi oleh ahlinya, menyebabkan tubuh kita berada dititik ketidak seimbangan protein tanpa kita sadari. Misalnya jika tubuh kekurangan protein, respon yang terjadi tubuh jadi mengalami perlambatan perkembangan dan pertumbuhan. Pengecilan otot hingga kerusakan otot dan kulit. Secara fungsi utama protein adalah membangun dan memperbaiki sel-sel yang rusak. Jadi bisa kamu bayangkan sendiri jika tubuh kekurangan protein, sel-sel yang secara periodik memang mengalami degenerasi tidak akan mengalami regenerasi dengan seimbang.

Begitu juga jika tubuh kelebihan protein. Sering kali dilakukan orang-orang yang terobsesi untuk kurus. Protein yang tinggi menyebabkan sisa-sisa metabolisme protein jadi terlalu banyak. Ginjal dan hati jadi bekerja lebih keras untuk mengolah sisa-sisa metabolisme itu. Jika ginjal dan hati sudah kelelahan mengakibatkan protein yang seharusnya digunakan oleh tubuh jadi terbuang dan bercampur dengan urin yang disebut proteinuria. Proteinuria adalah pertanda awal adanya gangguan ginjal dan hati. So, tetap berhati-hati yah Guys.

Artikel ini mungkin penting buat kamu: Yuk, Kita Lihat Pola Hidup Sehat ala Pak Bondan Winarno, si Raja Kuliner Indonesia

*Image credit: hivehealthmedia.com
*Article copyright of hipvie.com

Bagikan ke temanmu ya!

Tempat Comments Sahabat HIPVIE :

comments

Today view: 1 - Total View: 803