Mengenali Efek Anak Cowok Sering Diberi Mainan Anak Cewek

Efek Anak Cowok Sering Diberi Mainan Anak Cewek
Ilustrasi via bbc.co.uk

Sebenarnya apa sih efek anak cowok sering diberi mainan anak cewek? Banyak yang bertanya-tanya akan hal itu. Tidak jarang, orang tua mengalami kekhawatiran akan efek yang ditimbulkan dari perilaku demikian. Akan tetapi, berefek burukkah hal tersebut jika dilakukan oleh para orang tua?

Memastikan Efek Anak Cowok Sering Diberi Mainan Anak Cewek

Sebelum berpikir lebih jauh dan berandai-andai, lebih baik Anda mencari informasi mengenai dampak jika anak cowok sering diberi mainan anak cewek agar tahu kebenarannya sebelum takut berlebihan.

Efek Anak Cowok Sering Diberi Mainan Anak Cewek
Ilustrasi via bbc.co.uk

Faktanya, berdasarkan riset para ahli sebenarnya tidak perlu bagi orang tua membedakan mainan antara anak perempuan dan anak laki-laki. Desain otak anak laki-laki, cenderung tertarik dengan permainan fisik, melibatkan motorik, dan mainan yang bisa bergerak. Sedangkan, anak perempuan menyukai mainan yang mengekspresikan diri atau bermain peran.


Meski begitu, kebanyakan toko mainan memisahkan antara mainan yang digunakan untuk anak laki-laki dan perempuan agar memudahkan para orang tua ketika hendak memilih mainan. Hal itulah yang menyebabkan adanya kesenjangan gender antara anak laki-laki dan perempuan, sebenarnya tidak perlu ada batasan demikian.

Justru, pembatasan mainan berdasarkan gender dapat berdampak buruk jika dilakukan berkepanjangan. Kemampuan dan keterampilan anak jadi tidak berkembang ketika mainannya masih dipilah berdasarkan gender. Jadi sebenarnya pada dasarnya anak laki-laki atau perempuan boleh main apa saja.


Nah, dengan demikian rasanya sudah tidak perlu khawatir bukan dengan efek yang akan ditimbulkan dari anak laki-laki yang diberikan mainan anak perempuan karena mereka justru bisa saling berbagi mainan dan bermain bersama. Jadi, tidak perlu khawatir ya.

Tips Melatih Anak Merapikan Mainan Setelah Bermain

Jika anak sudah mulai paham akan kewajibannya maka jangan lupa untuk melatih kemampuan anak dalam merapikan mainannya sendiri setelah selesai bermain. Berikut cara melatihnya.

1. Menanamkan Pentingnya Merapikan Mainan

Pada dasarnya, anak-anak sangat malas untuk membereskan mainannya. Jika ia sudah mulai mengenal pentingnya merapikan mainan maka mau tidak mau dia akan mulai termotivasi untuk melakukannya. Contohnya, beri edukasi pada anak akan bahaya terpeleset ketika mainan tidak dibereskan.


2. Merapikan Mainan di Sore Hari

Di sore hari, sebaiknya ajarkan pada anak untuk merapikannya mainannya sendiri di waktu ini. Ketika benar-benar sudah tidak ingin bermain maka ajaklah anak untuk merapikan mainannya.

3. Jadilah Orang Tua yang Fleksibel

Jika anak sedang membuat sesuatu atau mainan yang rumit maka ingatkan anak untuk menyelesaikannya besok. Jangan biarkan anak mengatur jadwal mainnya sendiri, justru hargailah anak ketika hendak menyimpan mainannya yang belum selesai untuk dimainkan lagi besok.

4. Jadikan Beres-Beres Mainan menjadi Hal yang Menyenangkan

Jadikan kegiatan membereskan mainan menjadi hal yang sangat menyenangkan bagi anak sehingga ia tidak lagi merasa terbebani ketika diajak membereskan mainan. Justru dia akan merasa bahwa momen tersebut adalah momen yang dinantikan karena menyenangkan baginya.

5. Rapikan Mainan Satu per Satu

Ajaklah anak merapikan mainan satu demi satu, mulailah dari mainan yang kecil hingga yang besar. Sebagai permulaan, mulailah dari tugas yang ringan dan sesuaikan dengan perkembangan usianya.

6. Menyediakan Tempat Penyimpanan

Sediakan tempat khusus untuk menyimpan mainan anak Anda agar terkesan rapi dan mudah ketika mengajaknya membereskan mainan, dengan begitu anak juga tahu mainannya disimpan di mana.

Demikian tadi ulasan efek anak cowok sering diberi mainan anak cewek. Semoga bermanfaat dan ingatlah untuk selalu mengajak anak bermain ketika ada waktu luang karena sebenarnya anak tidak membutuhkan mainan yang beragam, akan tetapi orang tua yang senantiasa bersamanya.

 

3 Shares:
Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like