Close
Social profiles

Faktor SEO #3: Fresh Content [Konten Up-to-date]

Fresh content

Faktor SEO yang sebelumnya kita bahas adalah mengenai konten yang berkualitas. Masih berkaitan dengan konten, salah satu faktor ranking sebuah website di mata Google ketika kamu memiliki fresh content atau konten yang selalu up-to-date.

Tidak ada yang suka dengan konten yang sudah usang atau tidak up-to-date. Demikian juga dengan Google, tidak pernah suka dengan konten yang usang/lama.

Tetapi tujuan kita ngeblog bukan hanya supaya Google suka tetapi terlebih pengunjung menyukai konten sebuah website/blog yang selalu up-to-date.

Konsisten dalam membuat konten baru

Untuk tetap menjaga sebuah website/blog memiliki postingan/konten yang selalu fresh, kamu bisa menentukan atau membuat jadwal untuk konsisten membuat konten baru entah itu 1 (satu) artikel per hari, atau mungkin 1 (satu) artikel per minggunya.

Kenapa harus up-to-date

Bila kita melihat website/blog bisnis seperti hosting contohnya, mereka tidak pernah lalai dalam hal membuat konten yang selalu baru setiap hari.

Karena persaingan sangat ketat, sedikit lalai, maka akan sangat sulit sebuah website/blog selalu tampil pada halaman #1 di mesin pencari Google.

Sebagai contoh, salah satu penyedia hosting di Indonesia yaitu domainesia, artikel pada blog ini selalu ada postingan bahkan 2 (dua) artikel setiap harinya.

Fresh content blog up to date

Hal ini akan berdampak terhadap SEO dan juga ranking pada mesin pencari Google karena selalu menemukan adanya postingan/konten yang selalu baru setiap hari.

Seperti apa sebuah konten tergolong fresh (baru)

Mari kita masuk lebih dalam seperti apa sebenarnya sebuah konten website/blog bisa dibilang fresh (baru). Beberapa poin dibawah ini saya rangkum dari sebuah website terkenal, moz.com.

Konten baru berdasarkan tanggal posting

Bagi kamu yang biasa membuat postingan terbaru pada wordpress, maka tanggal postingan akan selalu tampil tepat seperti tanggal pada hari sebuah konten di publikasikan.

Berikut ilustrasi sebuah konten baru dengan score lebih tinggi dibanding dengan postingan yang lama.

Fresh content berdasarkan waktu posting

Foto © moz.com

Pada ilustrasi diatas, bahwa nilai sebuah konten yang baru akan selalu lebih tinggi di banding dengan konten/postingan yang usang/lama.

Note: Perlu di perhatikan bahwa tidak semua postingan terbaru selalu mengalahkan konten yang lama, beberapa postingan yang lama bisa memiliki score tinggi dibanding postingan yang baru.

Update kontent jumlah sedikit vs banyak

Konten/postingan yang sudah ada bisa di update dan dapat memiliki nilai sebagai fresh content. Lalu bagaimana ukuran sebuah konten terbilang fresh?

Kalau kamu punya konten yang mau di update, sebuah konten terbilang fresh ketika kamu membuat banyak perubahan pada isi. Mengubah satu/dua kalimat pada konten tersebut bukanlah sebuah ukuran bahwa konten itu dibilang fresh.

Perubahan pada konten sebagai fresh content

Foto © moz.com

Ilustrasi gambar diatas bahwa perubahan yang banyak terhadap isi sebuah blog akan tergolong sebagai fresh content

Perubahan terhadap fitur vs isi (konten)

Hal berikutnya yang terbilang sebagai fresh content adalah ketika membuat perubahan terhadap konten/postingan atau sering disebut dengan main body.

Main body = content (konten).

Perubahan terhadap fitur-fitur pada sebuah blog/website tidak tergolong sebagai fresh content. Fitur-fitur yang dimaksud seperti:

  1. Komentar
  2. Javascript
  3. Iklan
  4. Navigasi/Menu
  5. Tanggal/waktu
  6. Tulisan pada footer (copyright)

Perubahan fitur bukan sebuah fresh content

Foto © moz.com

Pada gambar ilustrasi diatas bahwa perubahan pada main body akan tergolong sebagai fresh content pada sebuah website/blog.

Tingkat frekuensi perubahan pada sebuah konten

Hal berikutnya yang tergolong sebagai fresh content adalah seberapa sering kamu membuat perubahan/update konten terbaru ke website/blog kamu.

Update/posting artikel 2x seminggu jelas tidak sama dengan membuat postingan 1 artikel/hari.

Atau, sebuah konten yang di perbaharui 1x sebulan tidak sama dengan konten yang di baharui 1x seminggu.

Frekuensi update konten

Foto © moz.com

Ilustrasi diatas sangat jelas perbandingan antara sebuah konten yang sering di update dengan konten yang jarang di update.

Konten yang sering di update akan tergolong sebagai fresh content pada sebuah website/blog.

Pembuatan halaman baru memiliki nilai lebih

Sebuah halaman baru akan lebih bernilai dibandingkan dengan postingan yang direvisi.

Ilustrasinya sangat jelas pada gambar dibawah ini:

Halaman baru konten segar

Foto © moz.com

Perbandingan antara website A dan B sangat jelas dalam hal membuat postingan yang baru dalam setahun. Website A memiliki halaman baru sebanyak 1 biji dan scorenya 10% sementara website B sebanyak 3 halaman dan memiliki nilai 30%.

Link dari website dengan konten baru (fresh)

Selain dari dalam website itu sendiri seperti yang kita bahas diatas tadi, sebuah link dengan konten baru yang terhubung ke website/blog kamu akan memiliki nilai sebagai fresh content.

Coba kita lihat ilustrasi di bawah ini:

Link to site

Foto © moz.com

Pada ilustrasi diatas, sebuah tautan (link) dari website dengan konten baru (fresh content) ke website/blog kamu akan memberi sinyal bahwa website/blog kamu adalah fresh seperti link dari berita online terupdate.

Hal ini berbading terbalik dengan sebuah tautan/link dari website yang memiliki konten usang/lama yang tidak memberikan nilai terbadap website/blog kamu sebagai sesuatu yang baru (fresh).

Organic traffic dan time on site sebagai sesuatu yang fresh

Ketika ada pencarian di Google dan mengunjungi website/blog kamu lebih banyak dibanding dengan website/blog yang lain, maka hal ini akan memberi indikasi terhadap website kamu sebagai sesuatu yang baru (fresh).

Organic traffic fresh content

Foto © moz.com

Contoh apda ilustrasi diatas memberi penjelasan bahwa website yang berisi jadwal bis tahun 2016 akan tergolong sebagai website fresh.

Hal ini dikarenakan total (persetase) klik (CTR) dan juga time on site pada website itu sendiri.

Time on site adalah waktu/durasi seorang pengunjung di dalam website itu sendiri. Atau bahasa sederhananya, berapa lama seseorang bertahan pada website yang dia kunjungi.

Fresh content sebagai faktor ranking pada Google (Video)

Ini ada satu video mengenai konten yang selalu up-to-date sebagai sinyal/faktor ranking pada Google.

Courtesy of Youtube, © Google Webmasters

Nah, sekarang kita sudah tahu bagaimana sebuah konten baru (fresh content) sebagai salah satu faktor SEO pada mesin pencari Google.

Diatas dari semua yang kita lihat diatas tadi, pastikan bahwa tujuan kita membuat artikel/postingan terbaru bukan sekedar supaya disukai sama om Google tetapi bagaimana para pengunjung (user) suka dan tertarik melihat konten-konten baru pada website/blog kita.

Semangat!

Foto © pixabay.com

Faktor SEO #3: Fresh Content [Konten Up-to-date]
5 (100%) 1 vote

Immer Manalu

Immer Manalu

Immer Manalu is an active & enthusiastic blogger who has been spending much time writing articles on job interviews, cv, English lessons & SEO. He writes SEO topic for free to help those who are willing to optimize their blogs or websites for business purposes.

Update terakhir: 21.07.2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *