Close
Social profiles

Faktor SEO #6: Good Heading [H1, H2, H3, dst]

Good heading

Hi sobat! Ini sebenarnya sudah kelewat berhari-hari untuk update faktor SEO #6 ini. Saking tidak adanya waktu buat update. Tapi akhirnya bisa juga masuk ke pembahasan good heading sebagai faktor ranking.

Faktor ranking sebelumnya sudah kamu baca yaitu page load speed dengan tutorial cara mengaplikasikannya melalui plugin. Yuk, kita lanjut ke faktor SEO selanjutnya.

Google juga suka konten yang rapi

Ternyata bukan hanya manusia (pembaca) suka dengan isi yang rapi tetapi Google juga suka sehingga ini menjadi satu alasan good heading menjadi faktor ranking buat Google.

Apa itu heading?

Ngomong-ngomong, kita panjang lebar bahas good heading jangan-jangan belum ngerti apa itu heading.

Kalau dari permukaan sendiri, heading itu gak kelihatan dalam sebuah konten website karena itu ada di belakang layar atau kita sebut HTML.

Saya cuplik dari situs dummies.com, heading tag itu bagian dari kode HTML di dalam sebuah halaman website. Heading di defenisikan dengan struktur H1, H2, H3 s.d H6.

Struktur heading harus bagus dan rapi

Nah, sebaiknya struktur dan tata letak heading dalam sebuah halaman website haruslah bagus. Seperti tadi saya bilang, bukan hanya agar Google suka tapi lebih ke user experience (pengguna) suka melihat dan membaca isi tulisan kita.

Jadi harus jelas, yang mana H1, mana H2 , dst.

Dampak sebuah heading terhadap ranking Google

Sekarang, apa dampak sebuah heading yang bagus terhadap ranking di Google? Google akan mengerti struktur tulisan pada sebuah halaman ketika ada penggunaan heading yang baik.

John Mueller sebagai Webmaster Trends Analyst di Google (2015) menyatakan bahwa Google menggunakan H tags (H1, H2, dst) untuk mengerti struktur teks dengan baik pada sebuah halaman website.

good heading google

Screenshot via @hobo-web.co.uk

Struktur heading pada tema wordpress

Setiap tema wordpress (theme) sudah memiliki struktur heading yang bagus. Tetapi perlu untuk melakukan pengecekan untuk memastikan posisi dan jumlah heading pada tema tersebut sudah benar.

Ukuran huruf (font) pada sebuah heading bisa di utak atik atau di modifikasi tetapi yang terpenting adalah ukuran font terbesar biasanya ada pada H1, selanjutnya H2, dst.

Tips: Praktek yang paling bagus adalah pastikan heading tag H1 hanya 1 (satu) saja dalam sebuah halaman website. H2 bisa lebih dari 1 (satu), dst.

Struktur teks pada heading

Struktur teks yang baik akan membuat Google mudah mengerti isi dari keseluruhan pada sebuah halaman website.

Penggunaan H tag pada sebuah postingan sebagai berikut:

  • H1: Judul tulisan
    H1 hanya terdapat satu saja dalam sebuah halaman yaitu berisi judul. Judul sebagai pengantar mengenai isi, tentang apa tulisan yang kamu sedang muat.
  • H2: Berisi topik-topik utama tentang pembahasan dalam tulisan kamu
  • H3 – H6: Sub-heading, penjabaran masing-masing topik dalam tulisan kamu.

Contoh penggunaan heading dalam teks

Sekarang kita simulasi dulu membuat satu tulisan/artikel dalam sebuah postingan

Ibaratkan saya mau menulis tentang Cara menangkat Ikan di Sungai.

Berarti judul artikel saya adalah: Cara Menangkap Ikan di Sungai (H1)

Judul (H1): Cara Menangkap Ikan di Sungai

Isi:

Paragraf 1: Ada beberapa tips bagaimana cara menangkap ikan di sungai baik itu sungai yang dangkal maupun yang dalam.

Paragraf 2: Metode penangkapan ikan ini tergolong . . . . .

Paragraf 3: Sekarang kita masuk ke poin yaitu cara mudah menangkap ikan di sungai.

H2 (Menggunakan panah)

Panah yang terbuat dari . . . . (penjabaran)

Alat-alat untuk membuat panah:

  • alat 1
  • alat 2
  • alat 3
  • dst

H2 (Menggunakan jaring)

Jaring dengan ukuran yang sesuai dengan target ukuran ikan . . . . .

Persiapan membuat jaring sebagai alat untuk . . . . .

  • persiapan 1
  • persiapan 2
  • dst

H2 (Menggunakan jala)

Jala dan jaring memiliki sedikit kesamaan hanya saja . . . . .

Cara membuat jala

H3 (cara 1)

Jabarkan . . . . .

H3 (cara 2)

Jabarkan . . . . .

H2 (Menggunakan bubu)

Alat yang terbuat dari bambu ini sangat ampuh untuk . . . . .

Cara membuat bubu:

  • cara 1
  • cara 2
  • dst

Dst . . . .

Kamu bisa membuat tips-tips diatas tadi ke tag H2 tetapi tag H1 hanya satu saja yaitu terletak pada judul tulisan kamu.

Bila kita preview contoh tulisan tadi dalam sebuah halaman website, maka tampilannya seperti ini:

good heading praktek

Kalau kamu menggunakan table of content atau daftar isi pada halaman situs kamu, maka akan sangat jelas dan enak dilihat seperti tampilan di bawah ini:

good heading daftar isi

Selain pengaturan heading pada tulisan kamu, pastikan juga kamu harus menulis konten yang berkualitas karena ini juga salah satu faktor ranking untuk om Google.

Cara utak atik heading tema wordpress

Lalu bagaimana cara mengutak-atik heading pada tema wordpress. Wah, kalau ini saya tidak membahasnya ya sobat, kamu musti ngerti sedikit css tapi jangan kuatir, ada banyak sekali tutorial untuk mengatur layout sebuah tema wordpress kamu.

Tapi seperti yang tadi saya bilang, default sebuah tema/theme wordpress sudah mengatur dan menyediakan tata letak heading yang bagus.

Jadi, pastikan pengaturan dan struktur heading pada situs kamu benar-benar baik dan bukan hanya itu, cara menulis dan topik yang kamu sampaikan dengan menggunakan good heading sangat penting karena ini berdampak besar buat ranking website kamu di mata Google.

Ini saja dulu pembahasan mengenai heading sebagai faktor SEO atau faktor ranking pada Google. Kita akan lanjutkan ke faktor SEO lainnya ya.

Foto © link-assistant.com

Faktor SEO #6: Good Heading [H1, H2, H3, dst]
5 (100%) 1 vote

Immer Manalu

Immer Manalu

Immer Manalu is an active & enthusiastic blogger who has been spending much time writing articles on job interviews, cv, English lessons & SEO. He writes SEO topic for free to help those who are willing to optimize their blogs or websites for business purposes.

Update terakhir: 26.07.2019

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *